Selamat Datang dan Semoga Bermanfaat,SILAHKAN ISI BUKU TAMU DAHULU YA,,, Blog Ini Untuk Menambah Wawasan Bimbingan Dan Konseling Lalu Motivasi Diri, Serta Mohon Komentar Agar Selalu Baik Dalam Menampilkanya. Email jatirinakri.atmaja@yahoo.com dan 73EC0A9B atau 085291616343

Selasa, 04 Desember 2012

Hilangnya Layanan Bimbingan Konseling Dalam Kurikulum 2013


Itsar Bolo Rangka, M.Pd., Kons., Sulawesi tenggara, 3 Dec 2012
Perubahan kurikulum sebagai upaya perbaikan kualitas pendidikan yang memiliki relevansi dengan perubahan zaman yang cepat merupakan hal yang wajar agar generasi muda kita lebih kompetitif.
Namun dalam draft sosialisasi kurikulum 2013 ada masukan utama yaitu mohon sekiranya diperjelas posisi bidang kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling (BK) di dalam kurikulum 2013 sebab dalam beberapa slide yang saya jumpai bahwa tidak ada komponen yang menyebutkan istilah bimbingan dan konseling yang dilaksanakan pada tiap-tiap satuan pendidikan dasar-menengah. Beberapa keganjilan terjadi, apabila tujuan perubahan kurikulum 2013 untuk menciptakan keseimbangan antara domain kognisi, afeksi dan psikomotor hanya melalui mata pelajaran tanpa diimbangi dengan pendampingan secara psikologis melalui pelayanan BK, maka niscaya semua akan sia-sia. Kita hanya menciptakan para generasi yang cerdas secara intelektual saja, namun miskin perasaan empati, moral dan tangguh upaya menyelesaikan masalah yang ada di dalam kehidupan yang lebih luas. Saya hanya berharap perumusan kurikulum tidak menghilangkan substansi dari standar isi pendidikan (Permendiknas No. 22/2006). Alih-alih memperbaiki kualitas pembelajaran namun yang terjadi bisa saja sebaliknya sebab ada beberapa elemen krusial yang dilebur menjadi satu kesatuan pada komponen tertentu, yang sebenarnya memiliki domain yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Contohnya kegiatan pengembangan diri yang diintegrasikan ke dalam mata pelajaran. Hal ini sangat kontraproduktif menurut saya. Sebab pengembangan diri menurut standar isi pendidikan yang di dalamnya terbagi atas 2 komponen yaitu pelayanan konseling (BK) dan kegiatan ekstrakurikuler. Khusus untuk kegiatan pelayanan konseling (BK) kegiatannya dilaksanakan oleh guru BK/Konselor sekolah yang bertujuan menyediakan sarana bantuan melalui proses pelayanan konseling bagi peserta didik untuk mencapai bentuk kehidupan yang efektif sehari-hari, baik dalam upayanya menimba ilmu di satuan pendidikan atau menjalani kehidupan yang lebih luas. Tak pelak lagi proses untuk mencapai prestasi (akademik, dll) akan sangat terganggu jika siswa (utamanya di sekolah) kehidupan sehari-harinya mengalami masalah dan tidak ditangani secara serius oleh petugas yang berwenang (guru BK/konselor sekolah). Persoalannya adalah apabila kegiatan pengembangan diri (termasuk BK) diintegrasikan ke dalam mata pelajaran maka hal ini akan tidak efektif dijalankan di sekolah. Sebab pelayanan BK tidak dapat penangannya diberikan / diserahkan kepada guru mata pelajaran, sebab kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling oleh guru BK/konselor merupakan kegiatan yang khas dan unik, yang secara objek praktik spesifik penyajiannya berbeda dengan mata pelajaran yang disajikan oleh guru mata pelajaran. Fakta lain yang akan mengemuka yaitu apabila status kegiatan pengembangan diri (dalam hal ini pelayanan konseling) tidak ditegasakan posisinya dalam kurikulum 2013 itu yang membahayakan, sebab apabila stakeholder berbicara kurikulum maka bisa saja ia tergiring untuk memiliki pemahaman bahwa kegiatan pengembangan diri melalui pelayanan Bimbingan dan konseling tidak ada disitu. Padahal sesungguhnya tidak demikian adanya. Kegiatan pelayanan BK sama pentingnya dengan mata pelajaran/muatan lokal sehingga posisi dan peranannya perlu secara tegas diuraikan dalam kurikulum final 2013.

5 komentar:

  1. Tugas dan fungsi konselor di sekolah adalah membimbing siswa,sekali lagi, membimbing siswa bukan masuk ke kelas menceramahi siswa tentang bagai mana menjadi siswa yang baik seperti yg terjadi selama ini. Jadi kalau jam pengembangan diri di integrasikan kepada jam pelajaran lain atau pada kegiatan ekstra adalah sangat cocok, karena pengembangan diri itu adalah kegiatan bukan mata pelajaran, jadi guru bk tidak perlu bingung tentang kedudukan bk pada kurikulum 2013,sudah cocoklah itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju sekali bpk dan tetap semangat dalam memberikan yang terbaik untuk siswa yang akan kita kembangkan dirinya

      Hapus
  2. Cara mengintegrasikanya bgmn? Says perlu contoh konkrit jika berintegrasi dg jam mapel yg lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk cara mengintegrasikannya mungkin bisa disama kan dengan mapel lainnya tapi juga jika sama maka jam BK akan sangat banyak sekali mungkin jika ingin lebih dapat petunjuk ikuti seminar nasional dan workshop bimbingan konseling dengan tema Optimalisasi Peran Guru BK berperspektif Multikultural dalam kurikulum 2013 dengan Pembicara dari UPI dan UM Metro yaitu
      1) Prof. Dr. Sunaryo Kartadinata, M.Pd.(guru Besar UPI)
      2) Prof. Dr. Uman Suherman, M.Pd.(guru Besar UPI)
      3) Prof. Dr. Marzuki Noor,MS.(guru Besar UM Metro)
      Bisa juga hubungi saya, karena saya juga panitianya,,

      085658779967
      085291616343
      terikasih sudah mau berkunjung

      Hapus
    2. Untuk Tempatnya yaitu di UNiversitas Muhammadiyah Metro, Lampung

      Hapus

Berita Hot

Loading...